Saturday, June 4, 2011
Pantai Timur...
ikhlaskan hati...susah nak ikhlaskan ni..*
[1] Jarang kecewa terhadap dunia. Orang ikhlas tidak mengharapkan apapun dan dari siapapun. kenikmatan baginya bukan dari mendapatkan, tapi dari mempersembahkan. Sebaliknya, orang yang tidak ikhlas akan banyak kecewa dalam hidup, karena banyak berharap dari makhluk.
[2] Tidak pusing dengan penghargaan. Baginya orang ikhlas dipuji atau dicaci sama saja, asalkan apa yang ia lakukan benar caranya dan lurus niatnya.
[3] Tidak membeda-bedakan amal besar dan amal kecil. Orang ikhlas tidak sibuk melihat besar kecilnya amal. Ia hanya sibuk dengan apa yang disukai Allah. Tidak ada yang kecil di hadapan Allah. Yang kecil hanyalah amal yang tidak ikhlas.
[4] Nikmat berbuat amal. Kebahagiaannya bukan dari mendapatkan pujian, namun dari optimalnya amal. Karena itu, orang ikhlas akan tangguh dan istikamah dalam ibadah.
[5] Tidak menonjolkan "bendera". Orang ikhlas tidak berjuang untuk satu kelompok tertentu. Ia berjuang hanya untuk Islam. Kelompok/bendera hanyalah sarana/alat untuk mencapai tujuan.
[6] Tidak ditipu setan. Allah SWT mengabadikan ucapan Iblis dalam Alquran. "_pasti aku akan menyesatkan mereka (manusia) semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas" (QS Al Hijr [15]: 39-40). Wallaahu a'lam.
"Padahal mereka tidak diperintahkan melainkan supaya menyembah Allah dengan beribadah secara ikhlas kepada Allah dan berpegang teguh kepada Allah."
Surah al-Bayyinah:5
"Wahai orang yang beriman, jangan rosakkan pahala amal sedekah kamu dengan perbuatan mengungkit-ungkit dan berkelakuan yang menyakiti seperti rosaknya pahala sedekah orang yang membelanjakan hartanya kerana hendak menunjuk-nunjuk (kepada manusia iaitu riak)."
Surah al-Baqarah:264
Abu Hurairah berkata, "Saya pernah mendengar RasulAllah berkata, 'Orang yang paling awal diadili pada hari Kiamat nanti adalah:
Pertama, orang yang mati syahid. Dia dibawa ke muka pengadilan. Kemudian, Allah menunjukkan nikmat yang diberikan kepada orang itu selama dia hidup di dunia dahulu, lalu dia pun mengaku menerimanya. Allah bertanya kepadanya, 'Apakah yang kamu lakukan dengan nikmat itu?'
Orang itu menjawab, 'Saya berperang kerana patuh kepadamu sehingga saya mati syahid.'
Allah berkata, 'Kamu bohong. Sebenarnya kamu berperang supaya digelar sebagai seorang yang berani. Dan sememangnya kamu digelar begitu.'
Kemudian Allah memerintahkan orang itu diheret dalam keadaan tertiarap sehingga dia dihumban ke dalam api neraka.
Kedua, orang yang menuntut ilmu pengetahuan dan mengajar serta membaca Al-Quran. Dia dibawa ke muka pengadilan. Allah menunjukkan nikmat yang diberikan kepada orang itu selama dia hidup di dunia dahulu, lalu dia pun mengaku menerimanya. Allah bertanya kepadanya, 'Apakah yang kamu lakukan dengan nikmat itu?'
Orang itu menjawab, 'Saya menuntut ilmu dan kemudian mengajarkan ilmu itu kepada orang lain serta membaca Al-Quran kerana patuh kepadamu.'
Allah berkata, 'Kamu bohong. Sebenarnya kamu belajar supaya digelar sebagai ilmuwan dan kamu membaca Al-Quran supaya digelar orang yang pandai membaca Al-Quran. Dan sememangnya kamu digelar begitu.'
Kemudian Allah memerintahkan orang itu diheret dalam keadaan tertiarap sehingga dia dihumban ke dalam api neraka.
Ketiga, orang yang Allah berikan hidup selesa dan pelbagai jenis harta. Dia dibawa ke muka pengadilan. Allah menunjukkan nikmat yang diberikan kepada orang itu selama dia hidup di dunia dahulu, lalu dia pun mengaku menerimanya. Allah bertanya kepadanya, 'Apakah yang kamu lakukan dengan nikmat itu?'
Orang itu menjawab, 'Saya selalu mendermakan harta saya kerana patuh kepadamu.'
Allah berkata, 'Kamu bohong. Sebenarnya kamu menderma supaya digelar sebagai dermawan. Dan sememangnya kamu digelar begitu.'
Kemudian Allah memerintahkan orang itu diheret dalam keadaan tertiarap sehingga dia dihumban ke dalam api neraka.
"Mereka hanya bertujuan menunjuk-nunjuk sembahyangnya kepada manusia supaya disangka mereka orang yang beriman, sedangkan mereka pula tidak mengingati Allah dengan mengerjakan sembahyang melainkan sedikit sekali."
Surah an-Nisa':142
http://cahayapetunjuk.webs.com/apps/blog/show/5186922-ikhlaskan-hati-
Monday, May 30, 2011
huh. kecintaan untuk memiliki...


Tuesday, May 24, 2011
Kisah Langit dan Bumi..

Al Quran Sebagai Pembela di Akhirat

Sunday, May 22, 2011
Cuba-cuba untuk dekatkan dengan Sunnah *Bekam

Bekam atau hijamah berarti torehan darah. Dan dalam masyarakat Melayu, bekam lebih dikenal sebagai pembuangan darah. Dalam masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Jawa lebih mengenalnya dengan namangekop (berasal dari bahasa Inggris =cupping). Dalam ilmu kedokteran Islam,bekam tidak boleh sembarang dilakukan.Bekam hanya boleh dilakukan pada pembekuan / penyumbatan dalam pembuluh darah, karena fungsibekam yang sesungguhnya adalah untuk mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh. Bekam merupakan pengobatan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dari Ibnu Abbas r.a. Rasulullah bersabda : "Kesembuhan (obat) itu ada pada tiga hal; dengan minum madu, pisau hijamah (bekam), dan dengan besi panas. Dan aku melarang ummatku dengan besi panas." (Hadist Bukhori). Madu menjadi dasar dari obat-obatan herba, bekam menjadi dasar kepada pembedahan, sedangkan besi panas (api) menjadi dasar kepada pengobatan melalui laser. Hadist yang diriwayatkan oleh Tarmidzi menyatakan, bahwa Rasul SAW mengarahkan pengikut-pengikutnya menggunakanbekam sebagai kaedah pengobatan penyakit. Beliau memuji orang yang berbekam, "Dia membuang darah yang kotor, meringankan tubuh serta menajamkan penglihatan.” Dalam kaitan untuk membersihkan diri ini, Allah mengkhususkan satu bulan dalam satu tahun untuk berpuasa (di bulan Ramadhan) sebagai salah satu jalan untuk menyucikan rohani. Danberbekam merupakan salah satu cara untuk menyucikan atau membersihkan jasman
Dasar syar’i dari Hijamah ( Bekam )
1. HR Bukhari ن ْ ع ع َ ي ْ ع ع ت ِ م ّ أ ُ ى ع ع ه َ ْ أ َ ي ْ ع ع إ ِ و َ ر ٍ ا َ ة ِ ّ ك َ و َ ٍ ج َ ح ْ م ِ ة ِ ط َ ْ ش َ و َ ل ٍ س َ َ ة ِ ب َ ْ ش َ: ة ٍ ث َ َ ث َ ي ْ ف ِ ء ُ ا َ ي َ ْ “Kesembuhan itu berada pada tiga hal, yaitu minum madu, sayatan pisau bekam dan sundutan dengan api (kay). Sesungguhnya aku melarang ummatku (berobat) dengankay.”
2. HR Bukhari – Muslim Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Salam bersabda : د ُ ص ْ َ ْ و َ ة ُ م َ ا ج َ ح ِ ْ ِ ب ِ ْ ت ُ ْ و َ د َ َ ا م َ ل َ َ م ْ أ َ ّ إ ِ “Sesungguhnya metode pengobatan yang paling ideal bagi kalian adalah hijamah (bekam) dan fashdu(venesecti on).”
3. Dari Jabir Almuqni berkata : "Aku tidak akan merasa sehat sehingga berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar rosulullahShol ol l ohu Alaihi Wasalam bersabda : Artinya : Sesungguhnya pada bekam itu terkandung kesembuhan
4. Dart Ibnu Umar, Rosulullah Sholollohu Alaihi Wasalam bersabda : ”Tidaklah aku melalui satu dari langit-langit yang ada, melainkan para malaikat mengatakan :” Hai Muhammad,perintahkan umatmu untuk berbekam,karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, al- kits, dan syuniz semacam tumbuh-tumbuhan ”.
5. Dari Annas bin Malik Rosulullah Sholollohu Alaihi Wasalam bersabda : Sesungguhnya pengobatan yang paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah ( Bekam )”.
6. Dari Ibnu Abbas r.a, Rosulullah Sholollohu Alaihi Wasalam bersabda : ” Sebaik-baik hamba adalah juru bekam, ia membuang darah, meringankan tulang rusuk, dan menajamkan penglihatan”.
7, Abu Ubaid menyebutkan dalam kitabnya Garibul Hadits melalui sanad Abdurrahman bin Abi Laila : ” Rosululloh melakukan bekam pada kepalanya dengan tanduk ketika disihir orang”.
8.Dari Salma, seorang pelayan rosululloh Sholollohu Alaihi Wasalam bercerita : ” Tidak seorangpun mengadukan rasa sakit di kepalanya kepada Rosulullah Sholollohu Alaihi Wasalam melainkan beliau mengatakan : ” Berbekamlah ”.
9. Dari Imam At-Thabrani, bahwa Nabi Muhammad Sholollohu Alaihi Wasalam bersabda : ” Hendaklah kalian melakukan pengobatan dengan bekam ditengah tengkuk, karena sesungguhnya hal ini merupakan obat dari 72 penyakit ”
sebenarnya banyak lagi hadis-hadis yang masyur. ni sekadar sikit utk dikongsi. usaha tangga kejayaan. insyaAllah.
sekian wassalam.
http://www.scribd.com/doc/39077534/Arti-Bekam
OTW merempit sekitar ke Ban Pecah. *gambar lama 2000an.
SUKA Filem Sang Pencerah .*pengajaran.

Alhamdulillah, saya baru selesai menonton filem Sang Pencerah. Filem ini mengisahkan ringkasan kisah hidup Kiyai Haji Ahmad Dahlan (semoga ALLAH merahmati beliau) yang merupakan pengasas sebuah organisasi yang diberi nama Muhammadiyyah.
Filem ini sarat dengan mesej untuk diambil pengajaran oleh kita semua, khususnya buat para pendakwah yang memperjuangkan usaha tajdid, iaitu suatu usaha untuk mengembalikan masyarakat agar kembali kepada ajaran ISLAM yang sebenar, sebagaimana yang telah dibawa oleh Nabi Muhammad sallAllahu `alaihi wasallam.
InsyaALLAH, saya akan berkongsi dengan kalian beberapa pengajaran yang telah saya kutip hasil dari menonton filem yang sangat bagus ini. Kerana pada saya, walaupun jalan cerita atau kisah hidup seseorang tokoh itu memang sangat bagus untuk diketahui dan didekati, namun pengajaran-pengajaranlah yang lebih utama untuk kita fokuskan.
Peranan akal
Akal adalah kurniaan ALLAH Jalla wa A`la yang sangat besar manfaatnya kepada manusia. Dengan akal, manusia boleh berfikir. KH Ahmad Dahlan diceritakan sebagai seorang yang kritis semasa zaman remajanya. Beliau tidak menurut sahaja apa yang dilakukan oleh masyarakat kampungnya, walaupun amalan itu dikatakan sebahagian dari agama. Amalan khurafat, tahyul dan pengagungan yang tinggi terhadap pemimpin masyarakat adalah antara amalan yang menyalahi akal seseorang yang waras fikirannya. Melalui akal yang berfikirlah, maka manusia dapat membezakan mana yang baik dan yang buruk pada peringkat permulaan dan asas.
Hal ini mengingatkan saya akan kisah Nabi Ibrahim `alaihissalam dan Nabi Muhammad sallAllahu `alaihi wasallam. Kebijaksanaan dan fungsi akal yang sihat telah menjadikan dua insan mulia ini tidak terikut-ikut dengan kancah maksiat dan kesesatan masyarakat mereka. Dengan berfikir dan memaksimakan fungsi akal dengan cara yang betul serta dengan hidayah dan taufiq ALLAH, manusia bisa mengenal kebenaran.
Peranan ilmu
Disebabkan oleh akal dan fikiran remaja Muhammad Darwis (nama asal KH Ahmad Dahlan) yang tidak dapat menerima amalan masyarakat setempat, maka dibuat keputusan oleh beliau untuk menimba ilmu di Makkah, iaitu pusat terkumpulnya para ulama dan ilmu-ilmu ISLAM. Beliau meluangkan masa beberapa tahun di sana dan bercampur dengan para ilmuan yang berbagai latar belakangnya. Malah, beliau turut terkesan dengan gerakan tajdid yang dibawa oleh Jamaluddin al-Afghani dan Muhammad `Abduh.
Kepentingan ilmu mesti selalu ditekankan oleh para ibubapa, ilmu dan pemimpin masyarakat. Agama yang diamalkan dengan ilmu diibaratkan KH Ahmad Kiyai di dalam filem tersebut sebagai muzik biola yang dihasilkan oleh orang yang pandai bermain biola. Muziknya mendatangkan kedamaian dan keindahan pada orang yang mendengarnya. Sebaliknya apabila biola itu dimainkan orang yang tidak mahir, maka bunyi biola yang dihasilkan adalah sumbang dan meresahkan orang sekeliling yang mendengarnya.
Itulah ibarat agama. Agama apabila dibawa oleh orang yang berilmu akan mendatangkan rahmat dan kesejahteraan kepada ummat. Samada orang yang beragama Islam atau yang belum beragama Islam akan mendapat 1001 kebaikan daripadanya. Namun, apabila agama dibawa oleh orang yang tidak berilmu, maka agama akan dilihat oleh masyarakat sebagai menyusahkan, menekan dan banyak unsur-unsur asing turut dianggap sebagai agama. Hal ini membuatkan manusia semakin menjauh dari agama. Justeru, adalah penting bagi ummat ISLAM terutama yang menjadi pendakwah mempunyai ilmu yang mantap tentang agama.
Keyakinan
Dengan akal yang waras dan ilmu yang benar, maka akan lahirlah sebuah keyakinan. Di dalam filem ini, telah dipaparkan betapa KH Ahmad Dahlan sangat yakin dengan perjuangannya. Walaupun terdapat tentangan yang kuat oleh masyarakat setempat, namun dengan keilmuan beliau maka diteruskan perjuangannya itu. Bukan mudah untuk membawa perubahan yang sudah sekian lama berakar umbi di dalam masyarakat dengan pelbagai ajaran khurafat, tahyul dan penambahan yang diwarisi oleh generasi demi generasi. Apatah lagi ini semua direstui oleh pimpinan masyarakat yang berlatarbelakangkan agama, kononnya amalan itu semua adalah sebahagian dari agama.
Usaha Kiyai Dahlan yang ingin membawa perubahan ini telah ditentang kuat sehingga beliau dituduh kafir dan malah langgar ilmu (sebuah rumah khas untuk pengajian) yang digunakan untuk menyebarkan dakwahnya dirobohkan secara paksa oleh penduduk setempat. Kekuatan dalaman yang mantap dan keyakinan yang jitu sangat-sangat diperlukan bagi berhadapan dengan cabaran yang besar ini. Para pendakwah mesti mempunyai nilai ini. Tanpa keyakinan, perjuangan dakwah bisa runtuh di pertengahan jalan.
Sokongan
Walaupun telah berbekal dengan akal yang sihat, ilmu yang mantap dan keyakinan yang teguh, namun, bukan mudah untuk berhadapan dengan cabaran yang melintangi perjuangan dakwah. Kadang-kadang hati goyah juga. Di dalam filem ini, isteri KH Ahmad Dahlan digambarkan sebagai seorang wanita yang patuh dan taat kepada suaminya. Tidak banyak peranan yang dizahirkan oleh isteri beliau di dalam filem tersebut.
Namun, pada saat Kiyai Dahlan terasa lemah dan menyoal kepada dirinya kenapalah beliau tidak menurut sahaja masyarakat setempat dan tidak memulakan dakwah perubahan ini, ketika itulah peranan isteri beliau sangat-sangat tertonjol dan memberi kesan yang mendalam buat Kiyai Dahlan. Isteri beliau mengimbas kembali bagaimana suaminya itu adalah manusia yang istimewa pada matanya sebelum mereka mendirikan rumahtangga. Kiyai Dahlan bukan seperti pemuda biasa yang menurut sahaja amalan masyarakat setempat. Disebabkan oleh sikap kritis inilah menjadikan Kiyai Dahlan sangat istimewa pada pandangan isterinya yang ketika itu masih dara remaja. Jika Kiyai Dahlan bukan begitu orangnya, besar kemungkinan mereka tidak bertemu dan tidak menemui jodoh. Kata-kata seperti ini dari seorang isteri kepada suami, saya kira bisa memberikan kuntuman bahagia di dalam hati serta mendatangkan kekuatan dalaman yang bertingkat-tingkat.
Hasil tarbiyah Kiyai Dahlan kepada isterinya, isteri beliau berupaya memberikan nasihat agama buatnya pada saat-saat yang genting ini. Memiliki isteri yang solehah adalah perhiasan yang paling utama di dunia kerana melaluinya hati akan menjadi tenteram dan pendirian akan menjadi teguh. Betapa besar peranan seorang isteri dalam memberi sokongan kepada seorang suaminya. Di dalam filem tersebut, isteri beliau telah meletakkan posisi dakwah KH Ahmad Kiyai kembali di atas landasan yang kukuh dengan mengungkapkan ayat al-Quran yang berbunyi:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Surah Muhammad 47:7)
Apabila saya terdengar ayat ini diungkapkan, wah terasa diri disiramkan air kesegaran untuk berdakwah.
Cekal walaupun terpaksa bersendirian
Atas keyakinan beliau bahawa apa yang dibawa beliau adalah benar, maka beliau tetap cekal dengan pelbagai mehnah dan tribulasi yang menimpanya, keluarganya serta anak-anak muridnya. Memang telah diakui oleh Rasulullah sallAllahu `alaihi wasallam bahawa orang yang membawa kebaikan ini akan merasa asing dan diasingkan oleh masyarakat.
“Sesungguhnya bermula datangnya ISLAM dianggap asing (aneh) dan akan datang kembali asing seperti permulaannya. Namun berbahagialah orang-orang yang asing itu.” (HR Muslim)
Hadith ini selalu saya dengar dan disebut oleh para pendakwah betapa terasingnya rasa diri tatkala ingin menyeru manusia ke jalan kebenaran. Meremang tengkuk saya apabila hadith ini disebut oleh anak-anak murid KH Ahmad Dahlan di dalam satu babak yang menunjukkan anak-anak muridnya berdiri di hadapannya lalu beriltizam akan berdiri teguh bersamanya walaupun apa cabaran yang bakal mendatang. Kerana itulah sifat dakwah.
Mencari peluang dan tidak menolak peluang
Dalam menyebarkan dakwah, KH Ahmad Dahlan bukan sahaja menumpukan kepada masyarakat setempatnya sahaja. Malah beliau sentiasa mencari peluang untuk meluaskan lagi lidah dakwahnya. Kerjasama dengan pelbagai pihak dengan bermatlamatkan dakwah tidak seharusnya ditolak oleh para pendakwah.

Bantu orang-orang miskin dan anak yatim
Di dalam filem tersebut, sangat nyata ditunjukkan betapa prihatinnya KH Ahmad Dahlan terhadap orang-orang miskin dan anak yatim. Diberinya makanan, pendidikan dan lain-lain bantuan yang diperlukan.
Ada satu babak di dalam filem tersebut ketika sedang menunggu waktu untuk berbuka puasa, KH Ahmad Dahlan dan anak-anak muridnya berhalaqah ilmu terlebih dahulu. Ditanya oleh salah seorang anak muridnya kenapa kita selalu mengulang-ulang bacaan surah al-Ma`uun, sedangkan banyak lagi surah untuk dibaca dan dibincangkan.
Lantas ditanya kembali oleh Pak Kiyai kepada anak muridnya itu, “Sudah berapa ramai orang miskin dan anak yatim telah engkau santuni?” Beliau menambah lagi, “Kita belajar al-Quran bukan untuk segera hafal semuanya, tetapi untuk dilaksanakan ajaran yang terkandung di dalamnya.” Lebih kurang begitulah kata-katanya.
Saya kira mesej sebegini jarang ditekankan oleh para guru. Berbuat baik kepada orang-orang miskin dan anak yatim adalah penting dan kita risau kita nanti digolongkan sebagai orang yang mendustakan agama sebagaimana yang disebut di dalam surah al-Ma`uun, na`udzu billahi min dzalik.
Berorganisasi dan Berpakatan
Firman ALLAH Subhanahu wa Ta`ala:
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ
وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (Surah Ali-`Imran, 3:104)
Ayat di atas menjadi alasan yang kuat untuk KH Ahmad Dahlan membentuk satu organisasi yang tersusun bagi menyampaikan usaha amar ma`ruf dan nahi mungkar.
Sepanjang filem ini, telah ditunjukkan beberapa usaha dakwah KH Ahmad Dahlan yang mana beliau tidak hanya menjalankan dakwah ini secara berseorangan. Beliau telah menjalinkan pakatan dan bergabung dengan lain-lain kumpulan bagi menjayakan seruan pembaharuan ini. Apabila kita berpakat dengan pihak lain dan ingin berdakwah dalam skala yang lebih besar, maka persiapan dan nilai toleransi mesti ada.
Kita tidaklah boleh hanya ingin membawa nilai kita sendiri sahaja. Perlu juga diraikan nilai-nilai lain dari pihak yang kita telah pilih untuk bergabung dengan mereka. Semua aspek keduniaan boleh kita toleransi dan berlapang dada akannya. Tetapi, jika bertembung dengan pihak bukan muslim dalam hal agama, maka prinsipnya ialah “lakum dinu kum wa li yadin” iaitu “bagi kamu agama kamu, dan bagiku agamaku”.
KH Ahmad Dahlan hanya menubuhkan organisasinya setelah beliau benar-benar bersedia dari segi ilmu dan pengalaman hasil dari belajar dengan lain-lain organisasi yang telah beliau bekerjasama sebelum ini. Organisasi yang diberi nama Muhammadiyah telah diwujudkan bukan untuk kepentingan peribadi tetapi khas untuk mengatur sosial masyarakat ke arah yang lebih baik dan sesuai dengan ajaran agama ISLAM yang sebenar.
Adab, Adab, Adab
Pada pandangan saya, nilai adab begitu ketara menjadi mesej utama filem ini. Ditonjolkan di dalam filem ini betapa ahli masyarakat saling hormat-menghormati dan saling menjaga adab sesama mereka.
Memang terdapat unsur kekerasan yang ditunjukkan oleh pemimpin masyarakat di dalam filem ini, namun ia lumrah seorang pemimpin yang ingin menjaga keharmonian dan kemaslahatan masyarakatnya. Beliau hanya bertindak melindungi masyarakatnya agar tidak dicerobohi dengan unsur-unsur asing yang belum tentu benar atau tidaknya. Sifat pemimpin masyarakat yang suka bermesyuarat dahulu sebelum membuat keputusan dan menghormati setiap ahli mesyuaratnya sangat perlu dicontohi.
Sebagai pendakwah yang ingin membetulkan ahli masyarakat, KH Ahmad Dahlan di dalam filem ini telah mengajar kita bahawa dakwah mestilah dijalankan dengan penuh adab dab sabar. Beliau sentiasa menjaga adabnya sebagai seorang yang berilmu dengan semua peringkat masyarakat. Walaupun beliau rasa perjuangannya benar, namun beliau sentiasa menghormati golongan agama yang terlebih dahulu memimpin masyarakatnya. Beliau tidak melampaui batas ukhuwwah dalam berdakwah. Beliau tetap menghormati para ulama tradisi, tetap tidak melangkaui susunan sosial sedia ada, tetap menjaga tata susila dan menjaga perkataan apabila berhujah dengan golongan ulama tradisi, tetap mengikuti peraturan dan amalan setempat dalam batas yang dibenarkan dan banyak lagi elemen-elemen adab yang ditunjukkan di dalam filem ini.
Saya kira ia boleh diambil iktibar yang banyak oleh para penyeru tajdid yang rata-rata dari golongan muda bagaimana berinteraksi dengan masyarakat secara sejahtera dalam masa yang sama menyebarkan mesej dakwah. Sekurang-kurangnya dengan menjaga adab, banyak perkara buruk boleh kita elakkan.
Hasil dari adab dan mengutamakan ukhuwwah, akhirnya dakwah tajdid yang dibawa oleh KH Ahmad Dahlan diterima bukan sahaja oleh masyarakat setempat, malah diberi ruang oleh pemimpin agama setempat. Mereka berlapang dada dalam hal ini, asal sahaja ukhuwwah Islamiyyah terjaga. Saya cukup terkesan dengan kata-kata berikut yang diungkapkan oleh pemimpin ulama tradisi pada akhir filem kepada KH Ahmad Dahlan ketika mereka bersendirian berdua di dalam masjid:
“Kita ini sama-sama muslim, sama-sama bersaudara….. Kita lakukan tugas kita masing-masing, melindungi kewibawaan agama kita, kebenaran ada di tangan ALLAH, manusia seperti kita hanya berikhtiar”
Fikir-fikirkan…
Untuk mengenali organisasi Muhammadiyah dengan lebih dekat, mungkin kalian boleh melawat laman web berikut, insyaALLAH: http://www.muhammadiyah.or.id/
Itulah antara yang sempat saya catitkan di sini. Sebenarnya banyak lagi, tetapi saya rasa kalian mesti tontonnya sendiri untuk mengutip banyak mesej pengajaran daripadanya, khususnya buat pendakwah yang ingin membawa mesej tajdid bagi mengembalikan semula ummat ke ajaran ISLAM yang sebenar.
Saya secara peribadi sangat menggalakkan kalian menontonnya. Filemnya bagus, jalan ceritanya menarik dan sarat dengan pengajaran. Semoga catitan ini bisa memberi manfaat buat diri saya kalian yang sudi membacanya.
WAllahu Ta`ala A`lam.
- www.muzir.wordpress.com
[1] AMALKANLAH apa-apa yang baik dari tulisan ini [2] SEBARKAN & KONGSILAH tulisan ini dengan rakan taulan anda [3]Jangan lupa sertakan alamat www.muzir.wordpress.com apabila anda menyebarkan tulisan ini, supaya dapat memudahkan proses rujukan pada masa akan datang [4] KOMEN & PENDAPAT anda amat dialu-alukan. [5] Semoga dengan tuan/puan beramal, menyebarkan dan berkongsi pendapat terhadap tulisan ini, dibalasi ALLAH dengan hasanah, amin.
*copy tanpa re-edit#



